Menurunnya nilai-nilai kejuangan bangsa

Edi Kusmayadi Senin, 25 April 2011
Tiada hari tanpa berita konflik/tawuran antar pelajar atau mahasiswa/antar suporter sepakbola/tawuran antar warga yang berbeda kampung dan sejuta berita lain di Media massa baik cetak/elektronik menjadi konsumsi bangsa Indonesia. Apakah itu sebuah gambaran bangsa Indonesia yang sebenarnya, belum lagi kaum pelajar di sebuah kota di Jawa Barat pada acara yang digelar oleh salah satu parpol di kota tersebut yang menggelar teaterikal dengan adegan menginjak-nginjak lambang bangsa Indonesia. Terlepas apakah kain tersebut bekas/baru, tapi substansinya merah putih adalah lambang/simbol kenegaraan/kebangsaan yang dijamin oleh konstitusi. Kemajuan Iptek dengan segala eksesnya membawa pola sikap, pola tindak, pola pikir masyarakat Indonesia semakin menurunkan nilai-nilai kejuangan bangsa Indonesia. Menurunnya semangat kebhinekaan dan rasa persatuan dan kesatuan yang mengarah pada disintegrasi bangsa serta banyaknya pelanggaran hukum memperparah kondisi bangsa. Nilai-nilai kejuangan seperti harga diri bangsa, solidaritas, persatuan dan kesatuan, patriotisme, heroisme, percaya diri, tak kenal menyerah, tahan menderita, pantang mundur, senasib sepenangungan, setia kawan, nasionalisme, cinta tanah air, tidak lagi diaktualisasikan/diekspresikan oleh bangsa ini, dalam menghadapi berbagai tantangan, hambatan, gangguan, dan ancaman baik dari dalam maupun dari luar. Jika kondisi ini terus berlangsung bagaimana dengan nilai-nilai kebangsaan dan kenegaraan Indonesia dimasa yang akan datang ? jawabannya.... kita internalisasikan kembali nilai-nilai kejuangan bangsa ini melalui berbagai metode edukasi secara berjenjang baik di kalangan elit politik, birokrat, LSM, Polri/TNI, Ormas, lembaga pendidikan, masyarakat dari strata bawah sampai strata atas, diplomat, masyarakat adat. Hedonisme No !! Nasionalisme Yes !!
Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

2 komentar:

  1. sepertinya kegiatan PPBN itu harus ada disetiap lembaga pendidikan pa, kemudian jam pelajaran untuk mata pelajaran bersangkutan harus ditambah di SMP dan SMA, malihan mah kanggo diajar basa sunda ge tos kirang pa da jaman abdi SMA kapungkur teu aya diajar basa sunda

    BalasHapus
  2. sebenarnya yang menajdikan menurunnya karena banyak guru guru belum bisa tau tata cara memberi arahan atau pelajaran nilai sejarah sejarah pada murid murid-nya . Jika semua guru bisa memberikan tekhnik bagus tata cara mengajar untuk murid muridnya yang nilainya sama ketika mereka belajar bagaimana melihat cinta. mungkin sampai saat ini bangsa ini bisa lebih maju karena memiliki anak anak yang memegang teguh semangat perjuangan dan mereka mau melanjutkan perjuangan kakek kakek kita

    BalasHapus

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda, Semoga Bermanfaat !!!