Sabtu, 19 Mei 2012

Kilas Balik

Lebih kurang dua belas tahun lalu tahta kepresidenan Soeharto lengser, diserahkan tampuk kepresidenannya kepada BJ. Habibie. Dalih otoritarian regime Soeharto menjadi pemicu gerakan untuk tegakknya konstitusi yang dipandang sudah keluar dari rel yang sebenarnya. Gerakan itu adalah reformasi, dengan sejuta harapan rakyat Indonesia dengan gerakan reformasi dapat meningkatkan kesejahteraan, keadilan, kenyamanan, keamanan, dan harapan-harapan lainnya, yang selama massa orde baru tidak mereka rasakan. Begitu lamanya penantian dan harapan rakyat Indonesia dari gerakan reformasi, namun yang didapat adalah ketidakpastian. Tidak dipungkiri bahwa fakta sejarah membuktikan dalam hal kehidupan demokratisasi terdapat kemajuan, meskipun dalam sisi lain ada hal yang tidak dikehendaki masyarakat banyak, karena pemilu sekarang lebih banyak mengeluarkan biaya, sementara rakyat kecil mengharapkan sesuap nasi. Kondisi faktual sekarang ini perlu menjadi renungan, kajian kita bersama untuk membangun dan mewujudkan cita-cita nasional dan tujuan nasional bangsa Indonesia. Apakah mau diteruskan model dan sistem yang selama ini berjalan atau mau kita benahi dan rombak sesuaikan dengan konstitusi dasar dan falsapah bangsa kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar